Sepercik Menuju Api Unggun

air warna melebur dalam kebaruan kerangka dadakan hasil keisengan Tuhan
kemudian selirak bunga kering pada pigura dalam gudang kenang
menemukan sekilas kembali wanginya
sinar timur mendadak jadi puja-puja hati sebab
pada embun belantara daun segar aku berlayar
menuju labuhan pangku serta tengger matamu

dan bila siang meronta pijar neraka bocor menukik relung
helai lentik bulu matamu tangguh teduh, lantas aku limbung layu.

//

Yk,
4/8/2025; kepada dewi pagi yang terus berjuang.




Comments