Orang Pilihan
malam yang panas
urat nadiku terbakar
jiwaku habis digebuk
rohku melayang-layang dekat lampu
Inikah anugerah?!
meledak buncah segenap dada
kotor lantai-lantai kamarku
oleh tampias darah
"DIAM!" malaikat membentak.
jelas aku tambah marah!
namun belai lembut bisikan itu
menyela lebih dulu,
"Kau juga pilihanku," kata-Nya.
wah!
terhempas lega aku ke ranjang
diselipi cengar-cengir keikhlasan.
//
Yogyakarta, 29/10/23
Comments
Post a Comment