Membawamu Mati

warna-warna serta peluh mengering
jasad memar terkapar pagi
ruas-ruas luka, dibalut memori

akar pohon beringin yang melilit
pada tubuhnya 
kian kencang

"setidaknya akan kutemukan sorga
pada kubangan matanya,"
begitu.

dan begitulah,
biru bibirnya
mengatup namamu.


//

- puisi dadakan. sangat dadakan.
esok-esok mungkin akan direvisi.

Yogyakarta, 22/10/23.

Comments