Sebuah Rutinitas Malam
pula hantam gundah pada genangan sepi
serta dinding-dinding ruang kelabu yang beku
di atas meja pemutar,
sebuah piringan pagi yang selalu sama tak henti tersaji
ada serbuk-serbuk romansa yang mengudara di sana
akar-akar yang mengurat di hati yang buta menjulur keluar
menarik leher belia itu untuk mulai berdansa,
sedang di tepian jendela, seonggok purnama menatap iba.
//
Tng, 4/6/23
9.31 pm
Comments
Post a Comment