Menengok Luka
tersimpan erat dalam nadi
letupan-letupan panas amarah hati
menjalar mengalir
dalam sebilah potongan luka
sedang awan tengah menderai
daun-daun basah terseok mendesah
gelegar petir kembali merobek pedih
tak sisakan bahkan sepuing serpihan asa
duniaku kini hanya malam
purnama mengunciku sendirian
hanya sepi itulah
kembali lolongkan gemaung rindu
sepanjang lorong kenestapaan
...
masih tak berbalas juga
bilik-bilik hati menguar busuk
bongkahan-bongkahan rindu yang
masih saja terabai;
kini terurai jadi sampah
ia telah menjadi bangkai.
—
..
"permisi?"
...
"kamar yang dulu pernah kutempati,
masih bisakah kutandangi kembali?"
12.45 pm
1 Desember 2021
letupan-letupan panas amarah hati
menjalar mengalir
dalam sebilah potongan luka
sedang awan tengah menderai
daun-daun basah terseok mendesah
gelegar petir kembali merobek pedih
tak sisakan bahkan sepuing serpihan asa
duniaku kini hanya malam
purnama mengunciku sendirian
hanya sepi itulah
kembali lolongkan gemaung rindu
sepanjang lorong kenestapaan
...
masih tak berbalas juga
bilik-bilik hati menguar busuk
bongkahan-bongkahan rindu yang
masih saja terabai;
kini terurai jadi sampah
ia telah menjadi bangkai.
—
..
"permisi?"
...
"kamar yang dulu pernah kutempati,
masih bisakah kutandangi kembali?"
12.45 pm
1 Desember 2021
Comments
Post a Comment